30 Sep 2012

Kriteria pasangan hidupku

Diposting oleh simpony bahagia kehidupan di Minggu, September 30, 2012 0 komentar Link ke posting ini

Yang menjadi landasan saya dalam memilih seorang pendamping hidup adalah hadist Rasulullah SAW mengenai 4 perkara yaitu harta, keturunan, fisik dan agama.
Prioritas pertama adalah mengenai agama. Artinya, saya ingin memiliki pendamping yang merasa masih hijau dalam belajar agama, sehingga kami bisa belajar memperdalam agama bersama-sama. Sementara orang yang merasa sudah matang dalam beragama, ibaratnya buah, tinggal menunggu kapan membusuk saja, tidak ada keterbukaan untuk mau belajar dari orang lain.

Saya mengharap kepada ALLAH bahwa pendamping saya nantinya adalah seorang yang mencintai ALLAH dan Rasul-Nya. Sehingga ia takkan pernah menghinakan istrinya jika sedang tidak menyukainya, serta tidak menempatkan istrinya memenuhi hatinya ketika ia sedang menyukainya.

Mengenai harta, saya tidak ingin pendamping saya menjadi budak uang, menukarkan waktu untuk keluarganya dengan bekerja pada atasannya setiap hari hanya untuk dapat uang. Saya berharap memiliki suami yang bermental pengusaha.

Mengenai keturunan, saya berharap pendamping hidup saya sampai akhir hayat adalah seorang yang menyayangi keluarga orangtuanya. Dengan dukungan dari pendamping saya, saya akan beradaptasi dengan keluarganya. Bagaimanapun keluarga dia adalah keluarga saya juga. Saya akan menjalin silaturahim yang kuat dengan keluarganya.

Mengenai fisik, saya bukan seorang yang gila fisik. Saya lebih mementingkan sikap. Karena seorang yang ganteng sekalipun, kalau sikapnya jelek, satu jam bersamanya juga sudah bosan, capek, nggak nyaman. Tapi, saya berharap ALLAH memberikan saya pendamping yang bersedia memperganteng penampilan demi istrinya, sebagaimana sabda Rasulullah, saya berharap suami saya melakukan hal tersebut bukan untuk saya, tapi untuk ALLAH, sebagai bukti taat kepadaNya.

Diluar keempat kriteria tersebut, saya berharap memiliki seorang pendamping yang memiliki antusiasme besar, semangat, ramah pada manusia-hewan-tumbuhan, berpikir positif, suka tantangan, terbuka, perhatian, humoris, bahagia melihat kebahagiaan orang lain, berprinsip, jujur, proaktif (tidak mau menyalahkan orang lain karena kesalahannya), luwes, tidak banyak menuntut melainkan membimbing , tegas, tidak menyepelekan, tidak memaksakan, tidak men-judge, setia, pengertian, integritas, dewasa (bukan berarti nggak lucu, nggak kekanakan, tidak merasa selalu benar. Dewasa disini maksudnya adalah berani bertanggungjawab terhadap hidupnya sendiri. Mandiri), berjihad.
Hehe, itu sikap-sikap yang saya sukai, insyaALLAH sayapun sedang proses menuju sikap-sikap itu. Jadi kalau ada yang bilang mustahil satu orang memiliki sifat tersebut, tidak saya terima pernyataan itu.

Oh ya, ada juga hal yang berkenaan dengan teknis, yang saya harap ada pada diri pendamping saya nantinya. Hal – hal teknis ini berkaitan dengan saya langsung soalnya. Nilai – nilai di atas itu sangat umum, sementara saya berharap bisa menjadi partner seumur hidup, hal teknis di bawah ini cukup penting untuk saya paparkan:
Saya berharap memiliki seorang pendamping yang memiliki rasa seni. Komik, film bermutu terutama animasi, tidak menganggap seni-seni seperti itu murahan apalagi menganggapnya tidak bermanfaat. Karena saya terbuka terhadap nilai-nilai islam yang universal di karya-karya seni itu, dan saya tidak menganggapnya tidak berguna bahkan sebaliknya, karya – karya seperti itu bisa menjadi ladang dakwah yang sangat potensial.
Saya bukan orang yang kaku atau keras terhadap kriteria- kriteria di atas. Melalui proses perkenalan, saya dapat merasakan apakah visi yang saya miliki dengan calon suami saya tersebut searah. Hanya pada ALLAH saya menyerahkan kepasrahan setelah perjuangan ini.
Amin


Catatan ini diambil dari buku : Siap – Siap Nikah by Syamsa Hawa hal. 147 – 148

15 Sep 2012

Im in L.U.C.K. !!!

Diposting oleh simpony bahagia kehidupan di Sabtu, September 15, 2012 0 komentar Link ke posting ini
Ada pepatah yang mengatakan orang bodoh kalah oleh orang pintar, orang pintar kalah oleh orang rajin, dan orang rajin akan kalah oleh orang beruntung. Yes the lucky one

Entah apa yang sempat mengisi otak bawah sadarku, aku seringkali kerap diredam keberuntungan-keberuntungan kecil dalam hidupku. Entah mereka bilang itu peluang, kesempatan, ataupun nasib namanya, namun aku senang mengungkapnya sebagai keberuntungan.
Keberuntungan sejak masa sekolah masuk ke sekolah terbaik seprovinsi dengan kemampuan akademis dan materi yang standar saja, keberuntungan dikelilingi oleh teman-teman beragam tipikal teman yang kaya, pintar, dan luwes dalam bergaul aku punya.
Beruntung bisa ikut Ecamp kumpulan pengusaha dann calon pengusaha serta komunitas bisnis terbesar di Indonesia. Beruntung masuk WMM 2011 padahal dari segi aset pengalaman bisnis dan lainnya aku jauh dari finalisnya, dan itulah keberuntungannya aku berada di antara orang hebat.

atas nama keberuntungan yang sering singgah di diri ini, aku ingin menjadi yang terbaik dari diri ku, meski aku tak tau caranya, namun aku ingin belajar menjadi yang terbaik. Belajar dari yang terbaik, dengan cara yang terbaik, dan doa terbaik untukNya.

And being lifetime learner to growth 
 

Anna Durachman Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez